Jasa Pembuatan Aplikasi Android Indonesia (Pt.4)

Banyak hal yang masih bisa kita bahas kalau berbicara mengenai jasa pembuatan aplikasi android terutama di Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia masih dalam tahap negara berkembang yang bisa dibilang baru melek akan teknologi. Mereka yang melek akan teknologi pun masih terbatas pada golongan anak muda dan remaja, cukup jarang ditemukan yang sudah berumur. Apalagi kalau kita berbicara tentang android dan jasa pembuatan aplikasi android yang sudah pasti populer hanya dikalangan tertentu saja.

 

 

Sebenarnya jasa pembuatan aplikasi android itu sendiri masih terbilang bisnis yang cukup baru di Indonesia khususnya. Jasa pembuatan aplikasi android ini sangat erat kaitannya dengan masyarakat sebagai pengguna android itu sendiri. Pengguna smartphone berbasis android kian bertambah banyak dengan banyaknya pula smartphone android dengan harga yang terjangkau dengan kualitas yang mumpuni. Tentu saja hal ini merupakan sebuah kesempatan yang bagus untuk para pengusaha dalam mempromosikan bisnisnya melalui sistem operasi android.

Tingginya pengguna smartphone berbasis android memicu juga tingginya peluang bisnis yang ada di dalamnya. Tentu saja tidak semua para pembisnis itu bergerak di bidang IT dan mampu membuat sendiri aplikasi android mereka. Disinilah para penyedia jasa pembuatan aplikasi android mulai bermunculan di Indonesia. Mereka muncul dengan berbagai macam penawaran, kemampuan hingga harga yang sangat beragam. Untuk informasi lebih seputar jasa pembuatan aplikasi android Indonesia bisa dilihat dalam artikel-artikel sebelumnya.

Pada artikel kali ini kita tidak akan membahas mengenai penyedia jasa pembuatan aplikasi android dan hal-hal yang perlu diperhatikan seputarnya. Sekarang kita akan lebih berfokus kepada aplikasi android itu sendiri. Tentu saja sebelum kita menyewa jasa pembuatan aplikasi android, bahkan sebelum kita merencanakannya ada baiknya kita memahami sedikit terlebih dahulu. Hal ini ditujukan supaya kita bisa lebih mengerti dan juga awas terhadap apa yang akan kita jalani nantinya.

Memilih jasa pembuatan aplikasi android native atau hybrid?

Mungkin sebagian dari kita sudah mengetahui jika aplikasi yang ada sekarang dapat dibagi menjadi dua bagian. Ada aplikasi yang disebut dengan native dan ada juga yang disebut dengan hybrid. Sebelum kita memutuskan untuk membuat sebuah aplikasi, kita harus memutuskan aplikasi itu akan berupa native atau hybrid. Hal ini tentu saja akan sangat berpengaruh dengan aplikasi yang akan dibuat dan UX (user experience) nantinya.

Bukan hanya sekedar mempengaruhi user experience, aplikasi mobile ini juga dapat ditinjau dari berbagai aspek lainnya. Salah satu yang paling berpengaruh dengan para penyedia jasa pembuatan aplikasi android tentu saja tingkat kesulitan dalam pembuatannya. Selain itu hal ini juga sangat mempengaruhi harga yang akan ditawarkan oleh para penyedia jasa pembuatan aplikasi android tersebut. Tentu saja semuanya itu kembali lagi bisa dibilang user experiencelah yang sangat menentukan karena mereka yang akan memakai aplikasi tersebut.

Dapat dikatakan jika sebuah aplikasi itu berhasil jika dapat memberikan user experience yang baik untuk para penggunanya. Kita sebagai pengusaha juga tidak ingin memberikan pelayanan yang buruk lewat aplikasi yang kita luncurkan ke masyarakat. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi citra dan juga hilangnya minat pelanggan atas bisnis yang kita kelola. Ada baiknya kita memahami terlebih dahulu berbedaan antara native dan hybrid application sebelum kita memutuskan memilih untuk menggunakan salah satunya.

Native

Aplikasi native secara mudah dapat kita artikan sebagai aplikasi yang dibuat secara khusus untuk mobile operating system. Mobile operating system disini tidak hanya terbatas untuk sistem operasi android saja tetapi juga untuk iOS untuk Apple. Untuk android para pengembang aplikasi menggunakan Java, sedangkan untuk iOS mereka menggunakan Objective-C atau Swift.

Kecepatan menjadi keunggulan utama yang ditawarkan oleh native apps ini. Hal ini bisa terjadi karena dalam pembuatan dan pengembangannya, native apps sudah mengikuti aturan teknis yang ada. Aturan-aturan itu juga biasanya dapat berhubungan langsung dengan user experience seperti posisi menu, cara keluar, dan lain sebagainya. Aplikasi ini juga biasanya lebih mudah dalam hal interaksi, karena biasanya mirip dengan aplikasi native lainnya. Hal ini memberikan kemudahan untuk para pengguna dalam beradaptasi dengan aplikasi native yang baru.

Keunggulan lainnya yang ditawarkan oleh native apps adalah terhubungnya satu aplikasi dengan aplikasi lainnya. Aplikasi native akan lebih mudah untuk terhubung dengan aplikasi lainnya dikarenakan sama-sama memiliki dasar yang serupa. Apalagi jika ingin terhubung dengan aplikasi bawaan dari smartphone seperti GPS, kamera, phonebook dan lain sebagainya. Aplikasi-aplikasi bawaan dari smartphone yang kita miliki biasanya sebagian besar merupakan native apps.

Untuk masalah mudahnya pencarian aplikasi, native apps juga unggul jika dibandingkan dengan hybrid apps. Kita dapat dengan mudah mencari native apps di dalam apps store seperti Play Store dan Apple’s App Store. Secara keseluruhan bisa dikatan bahwa native apps memang sangat mendukung didalam hal UX atau user experience. Hal ini bukan berarti bahwa hybrid apps itu tidak memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan native apps. Yang menjadi perbedaan hanyalah keunggulannya pada bidang masing-masing yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita.

Hybrid

Jika kita berbicara mengenai hybrid, tentu saja hal yang terlintas dalam otak kita adalah gabungan dari beberapa hal. Untuk masalah mobile apps, hal ini cukup unik karena hanya ada sedikit perbedaan antara hybrid dengan native apps. Hybrid apps bisa dibilang memiliki tampilan luar seperti layaknya native apps tetapi memiliki bagian dalam yang berbeda. Untuk hybrid apps sendiri terbuat dari HTML5 dan JavaScript, bisa dikatakan hybrid apps memiliki web sebagai dasar untuk menjalankan aplikasi tersebut.

Hybrid apps seperti yang sudah dikatakan diatas bahwa mereka memiliki tampilan layaknya native apps. Namun untuk pengoprasiannya cukup berbeda, karena hybrid apps akan mengambil informasi dari website bersamaan dengan penggunaannya. Sedangkan untuk native apps hampir segala informasi dan data yang diperlukan akan di-download pada saat pertama kali menginstal aplikasi tersebut. Hal ini yang menjadi penyebab lebih cepatnya aplikasi native dibandingkan dengan aplikasi hybrid.

Keunggulan utama yang ditawarkan oleh hybrid apps adalah kemampuannya yang bisa diakses dari platform manapun. Beda halnya dengan native apps yang aksesnya terbatas sesuai dengan sistem operasi yang digunakan. Sebagai contoh aplikasi native android pasti tidak akan bisa digunakan untuk iOS dan sebaliknya. Tetapi hal ini bukanlah masalah untuk aplikasi dengan sistem hybrid. Karena pada dasarnya menggunakan aplikasi ini seperti mengakses sebuah website yang tentu saja bisa dilakukan oleh smartphone yang mana saja. Ketika sebuah aplikasi dibuat dengan sistem hybrid maka aplikasi tersebut bisa digunakan untuk semua platform mobile.

Keunggulan lain yang ditawarkan oleh hybrid apps ini adalah jangkauan pasar yang lebih cepat. Hal ini tentu saja didukung oleh keunggulan utamnya yang bisa diakses oleh smartphone manapun sehingga penyebaran informasi juga lebih cepat. Jika kita ingin memasarkan sebuah aplikasi yang memiliki jangkauan yang lebih luas dan cepat, hybrid apps ini bisa menjadi solusinya. Meskipun kalau soal jangkauan native apps juga bisa melakukannya, tetapi lebih memakan waktu karena harus dibuat satu persatu sesuai OS.

Harga Native dan Hybrid

Harga, sudah pasti merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk kita jadikan pertimbangan sebelum kita memutuskan sesuatu. Hal ini juga tidak terkecuali dalam hal memilih antara native apps atau hybrid apps. Kalau melihat secara harga, hybrid apps menang dalam hal penawaran harga yang lebih murah. Ini juga merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh hybrid apps.

Memang untuk urusan harga juga sangat berkaitan dengan penyedia jasa pembuatan aplikasi android (dalam artikel ini) itu sendiri. Bisa saja satu perusahaan A dapat menyediakan jasa pembuatan aplikasi android native yang lebih murah ketimbang hybrid apps dari B. Hal ini berkaitan dengan pengalaman dan juga kualitas dari perusahaan penyedia jasa pembuatan aplikasi android tersebut. Perlu kita ingat bahwa harga menentukan kualitas tetapi hal ini tidaklah mutlak terjadi di pasaran. Tetapi jika dilihat secara umum jasa pembuatan hybrid apps akan lebih murah jika dibandingkan dengan native apps.

Perbandingan Native dengan Hybrid

Jika kita simpulkan, maka tabel inilah yang bisa menggambarkan perbandingan keunggulan dasar antara native apps dengan hybrid apps.

Native Hybrid
UX yang lebih baik Dapat diakses dari berbagai macam platform
Terhubung dengan aplikasi bawaan lainnya Lebih cepat dalam penyebarannya
Mudah ditemukan dalam apps store Harga yang lebih murah

 

Tentu saja pada akhirnya kitalah yang akan menentukan akan menggunakan aplikasi yang mana yang sesuai dengan kebutuhan kita. Native apps dan hybrid apps masing-masing memiliki keunggulan pada bidangnya sendiri-sendiri. Memang kita ingin memberikan pelanggan kita user experience yang lebih baik, tapi bukan berarti bahwa native apps lebih baik. Kita juga bisa menutupi kekurangan dari hybrid apps dalam hal user experience dengan menambahkan hal lain didalamnya sebagai penunjang pengguna.

Jika kita ingin lebih cepat memasarkan aplikasi kita kepasaran, hybrid apps merupakan sebuah solusi. Pada jaman sekarang yang semuanya serba cepat, perbedaan waktu sedikit saja dalam waktu pemasaran bisa berakibat besar. Kita bisa jadi batal memiliki gelar pioneer dalam sebuah inovasi aplikasi hanya karena pesaing kita meluncurkan aplikasinya terlebih dahulu. Hal ini tentu saja dapat mempengaruhi citra bisnis kita dimata masyarakat luas, terutama yang belum menjadi pelanggan kita.

Kalau kita memang memiliki waktu yang cukup panjang dan juga modal yang lebih besar ada baiknya kita menggunakan native apps. Selain memang karena lebih terjaminnya user experience, native apps juga lebih mudah terkoneksi dengan apps lainnya. Perlu kita ingat bahwa para pengguna atau pelanggan kita tidak akan terlalu peduli akan dasar aplikasi yang kita gunakan. Entah itu native ataupun hybrid yang mereka perhatikan adalah bagaimana sebuah aplikasi itu berjalan dan dapat digunakan dengan baik. Jadi pikirkanlah jalan yang terbaik dari segi UX, waktu, dan biaya sebelum kita memutuskan untuk membuat sebuah aplikasi.