Jasa Pembuatan Aplikasi Android Indonesia

Jasa Pembuatan Aplikasi Android Indonesia

Di dalam sebuah jasa pembuatan aplikasi android ada satu hal penting yang sangat perlu kita perhatikan yaitu UX atau user experience. UX atau user experience ini jika dalam bahasa Indonesia bisa dibilang pengalaman pengguna menjadi salah satu faktor penting. Sebenarnya tidak hanya terbatas hanya pada bisnis jasa pembuatan aplikasi android saja, tetapi UX ini bisa juga diartikan sebagai interaksi dengan pelanggan. Dalam setiap bisnis tentu saja interaksi dengan pelanggan menjadi hal yang penting yang dapat mempengaruhi bisnis tersebut.  

___________________________________________________________________

Beberapa client telah menggunakan jasa kami di brigetech service ini, anda bisa melihat portofolio kami dengan cara mengklik link ini. Atau dengan mengkontak nomor telfon dibawah ini dan menginfokan kebutuhan software apa saja untuk perusahaan anda. Dengan senang hati kami akan membuat software sesuai dengan kebutuhan perusahaan anda.

Telf : (+62 22) 6614726

Email : info@bridgetech.co.id 

___________________________________________________________________

Untuk bidang jasa pembuatan aplikasi android ini sendiri UX juga tidak hanya menjadi sekedar interaksi belaka, tetapi bagian dari produk. Sebuah aplikasi yang baik tentu saja tidak hanya memiliki tampilan luar yang baik tetapi juga nyaman dalam digunakan. Karena sebagus apapun sebuah aplikasi, tetapi jika tidak dapat berjalan dengan baik maka akan menjadi sia-sia. Walaupun aplikasi itu memberikan sebuah dobrakan dalam suatu bidang, tapi jika selalu lag, maka pengguna akan beralih ke aplikasi lain. Pada artikel sebelumnya (Jasa Pembuatan Aplikasi Android Indonesia (Pt.4)) dibahas mengenai perbedaan antara native dengan hybrid apps. Perbedaan paling terasa sudah pasti pada UX, disamping kemudahan yang ditawarkan oleh hybrid apps. Memang jika dilihat dari sisi developer, hybrid apps cukup lebih menguntungkan, apalagi dari sisi waktu dan biaya pembuatan. Tetapi tidak dapat dipungkiri UX yang menurun menjadi salah satu pertimbangan besar para developer untuk beralih menggunakan native apps. Tentu saja dapat dibilang jika para pengguna atau pelanggan kita lebih mementingkan UX yang baik. Mereka tidak akan mengetahui atau terlalu memusingkan tentang perbedaan antara native dan juga hybrid apps. Yang mereka tahu, rasakan dan sudah jelas pentingkan adalah bagaimana sebuah aplikasi nyaman dan mudah untuk digunakan. Jika sebuah aplikasi tidak berjalan dengan lancar, mereka bisa dengan mudah menghapus dan beralih pada aplikasi lainnya yang serupa.

UX dalam Jasa Pembuatan Aplikasi Android

Jika kita berbicara mengenai sebuah user experience yang baik dalam sebuah aplikasi android, maka sekali lagi native apps lebih disarankan. Sebuah aplikasi native akan lebih cepat dalam pengoprasiannya jika dibandingkan dengan hybrid. Hal ini tidak hanya berlaku untuk kecepatan aplikasi itu saja, tetapi juga kecepatan adaptasi dari si pengguna. Dengan keberagaman yang ditawarkan oleh android yang terus menerus membuat penggunanya beradptasi, ada baiknya jika kita meringankan proses adaptasi tersebut. Untuk urusan memilih sebuah penyedia jasa pembuatan aplikasi android, harus kita pastikan mereka juga mengedepankan user experience ini. Memang dalam kenyataannya tidak semua pengguna jasa pembuatan aplikasi android akan memilih menggunakan native apps sebagai pilihan. Banyaknya pertimbangan seperti waktu yang sedikit dan juga dana yang lebih kecil membuat mereka memilih hybrid apps. Hybrid apps memang memiliki kelebihannya, tetapi jika kita memiliki modal dan waktu yang cukup maka native apps merupakan pilihan terbaik. Jika seorang penyedia jasa pembuatan aplikasi android mampu menyediakan layanan hybrid dan native apps itu merupakan hal yang baik. Tetapi sekali lagi pastikan mereka juga mengerti mengenai masalah UX ini karena dibutuhkan beberapa hal dalam pengelolaannya. Mereka dapat mendesain sebuah aplikasi sedemikian rupa sehingga mudah digunakan dan juga mampu memberikan jasa update berkala. Karena sebuah aplikasi akan terus berkembang sesuai dengan feedback dari pengguna jadi pastikan juga masalah update sebelum membuat apps. Untuk harga yang ditawarkan dalam sebuah jasa pembuatan aplikasi android yang ada di Indonesia itu sendiri memang sangat beragam. Hal ini juga sudah sempat disinggung dalam artikel sebelumnya. Biasanya memang harga sebuah aplikasi native akan jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan aplikasi hybrid. Sekali lagi jangan cepat tergiur dengan harga murah yang ditawarkan, karena biasanya harga berbanding lurus dengan kualitas.

Cara meningkatkan UX

Jikalau kita sudah memiliki sebuah aplikasi, entah itu aplikasi native ataupun hybrid, yang perlu kita lakukan adalah meningkatkannya. Terlepas dari native atau hybrid apps, ada beberapa cara yang dapat kita pakai untuk meningkatkan user experience aplikasi tersebut. Cara-cara ini dapat kita lakukan tanpa kita harus membuat ulang sebuah aplikasi hybrid yang sudah ada menjadi aplikasi native. Tentu saja merubah aplikasi dari hybrid ke native akan memakan biaya dan waktu, sehingga berikut adalah cara yang bisa kita pakai tanpa harus beralih.

Survey Pengguna

Tentu saja cara paling efektif jika kita ingin mengetahui bagaimana atau apa yang pengguna kita rasakan adalah dengan bertanya. Kita bisa bertanya pada mereka tentang bagaimana perasaan mereka saat menggunakan aplikasi kita, kesulitan apa yang mereka hadapi dan sebagainya. Dari data survey yang kita buat, kita bisa melakukan improvisasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Jika kita tidak bisa membuat sebuah survey untuk disebar kepada para pengguna, kita bisa memanfaatkan kolom komentar dalam Google Play. Biasanya akan ada pengguna aplikasi kita yang memberikan feedback dan juga rating dalam Google Play. Jadilah aktif dengan membalas pertanyaan atau berinteraksi dengan para pengguna aplikasi kita. Kita mungkin bisa bertanya dan mendapatkan informasi yang berguna untuk meningkatkan UX dari aplikasi kita. Disamping itu juga, mereka akan merasa lebih dekat dengan kita sebagai developer dan memberikan kesan yang baik terhadap mereka.

Tes Pengguna

Mungkin cara ini tidak terlalu populer di Indonesia, tetapi hal ini sudah cukup lama dilakukan dibeberapa negara di luar sana. Mereka biasanya menawarkan sebuah voucher hadiah, uang dan lain sebagainya untuk para pengguna yang bersedia mencoba produk mereka di tempat. Kelebihan cara ini dibanding survey adalah kita bisa melihat langsung bagaimana seorang pengguna berinteraksi dengan aplikasi yang kita sediakan. Disamping itu kita juga bisa menerima feedback langsung dari orang yang kita tahu dan langsung mencoba aplikasi tersebut. Mungkin sebagian dari kita berpikir buat apa meminta pengguna secara acak jika kita bisa meminta rekan kita untuk mencoba. Jika kita meminta rekan kita untuk mencoba aplikasi kita, ada kemungkinan mereka sudah mengetahui lebih dahulu seputar aplikasi tersebut. Mereka juga mungkin tidak dapat mengutarakan pendapat mereka sepenuhnya dikarenakan faktor tertentu seperti sungkan dan sebagainya. Jadi data yang kita peroleh tidak sepenuhnya benar jika dibandingkan dengan pengguna pada umumnya. Tes ini memang memiliki beberapa kelemahan seperti biaya yang cukup besar untuk mengumpulkan data yang banyak, atau terbatasnya jangkauan tes. Tetapi hasil yang diberikan cukup sebanding dengan apa yang kita keluarkan.

Edukasi Pengguna

Sebuah aplikasi yang kita buat lewat penyedia jasa pembuatan aplikasi android yang ada kadang cukup rumit. Bukan berarti kita ataupun para penyedia jasa pembuatan aplikasi android tersebut sengaja membuatnya rumit. Tetapi memang terkadang ada aplikasi yang memang sudah harusnya seperti itu karena berbagai hal dan pertimbangan. Bahkan sebuah aplikasi yang terlihat simpel juga belum berarti mudah digunakan untuk semua orang. Kita perlu mengedukasi para pengguna aplikasi kita dalam menggunakan aplikasi tersebut supaya mereka dapat memanfaatkan secara penuh fungsi aplikasi tersebut. Karena kita atau para penyedia jasa pembuatan aplikasi android yang ada tidak mampu membuat aplikasi yang mudah untuk semua orang. Mungkin saja para pengguna aplikasi tersebut berasal dari banyak kalangan dan juga usia yang beragam yang tidak semua melek teknologi. Bahkan orang yang melek teknologi sekalipun tentu saja perlu waktu untuk mempelajari sebuah aplikasi yang baru mereka pakai. Jika kita mampu mengedukasi para pengguna kita untuk memanfaatkan aplikasi tersebut, maka tentu saja user experience akan meningkat. Cukup banyak orang memberikan rating yang rendah dalam Google Play hanya karena mereka kurang memahami cara menggunakan aplikasi tersebut. Jadi edukasi kepada para pengguna aplikasi juga berperan penting dalam kelancaran dan tingkat kepuasan sebuah user experience yang ada. Kembali lagi, tentu saja jika aplikasi yang ada mudah digunakan akan lebih baik, tetapi edukasi pengguna akan mengcover banyak hal.

Manfaatkan media sosial

Di jaman sekarang ini hampir setiap pengguna smart phone pasti memiliki media sosial, setidaknya satu dari puluhan aplikasi yang ada. Malah mungkin ada yang membeli smart phone justru dengan tujuan untuk bisa menggunakan media sosial tersebut. Inilah peluang yang bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan user experience dari suatu aplikasi yang kita buat. Dengan adanya media sosial ini maka beberapa cara diatas dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Kita bisa menyebarkan survey tentang aplikasi kita melalui media sosial yang ada. Hal ini juga akan lebih efektif ketimbang dengan membaca dan berinteraksi dalam kolom komentar Google Play. Disamping itu juga para pengguna aplikasi kita akan lebih merasa terhubung dengan kita sebagai developer. Tentu mereka tidak akan mengetahui apakah aplikasi tersebut kita buat sendiri atau dibuatkan oleh penyedia jasa pembuatan aplikasi android. Yang terpenting adalah mereka merasa terhubung dengan orang yang ada dibalik aplikasi yang mereka sedang gunakan. Untuk urusan edukasi penggunapun kita dapat memanfaatkan media sosial ini sebagai sarana untuk memberikan edukasi. Memang untuk beberapa aplikasi yang ada kadang memberikan edukasi di dalam aplikasi mereka. Tetapi sedikit dari pengguna yang akan menyadari hal tersebut, karena bagi mereka aplikasi itu untuk mereka pakai saja. Sedangkan untuk urusan cara pemakaian biasanya mereka akan mencari lagi lewat mesin pencari ataupun media sosial yang berkaitan. Dalam tes pengguna tentu saja hal itu lebih baik dilakukan langsung di tempat, karena hal itulah poin utamanya. Untuk media sosial dapat kita manfaatkan sebagai sarana untuk berkomunikasi menyampaikan pesan bahwa adanya sebuah tes kepada para pengguna kita. Informasi yang kita sebar melalui media sosial ini tentu saja akan berpengaruh lebih besar jika dibandingkan melalui email dan sejenisnya. Tapi perlu kita ingat bahwa kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial ini, karena dampaknya cukup besar. Jangan sampai kita pembuat para pengguna merasa ada yang salah dalam aplikasi kita.
Related Posts